Seorang desainer (desain grafis)
mempunyai sejuta trik dalam menciptakan sebuah karya. Tentunya dengan
ide yang kreatif dan inovatif, yang muncul dari sebuah imajinasi. Pada
kenyataanya, desainer yang mempunyai daya imajinasi yang kuat lah yang
mampu menciptakan karya yang beda dengan yang lain. Ia membuat karya
dengan hati, bukan dengan meniru orang lain, layaknya soerang pelukis
dan fotografer.
Seorang pelukis, ia menggambarkan apa
yang dia rasakan dalam bentuk lukisan, dengan media cat dan kanvas. Ia
dapat menciptakan karya yang luar biasa jika itu dikerjakan dengan
luapan perasaan. Berbeda dengan seorang pelukis yang hanya membuat karya
dengan meniru obyek yang ada. Ini bisa
dirasakan oleh pelukis itu sendiri, rasanya akan berbeda antara melukis
dengan hati dengan hanya sekedar melukis dengan meniru/mencontoh obyek
yang ada.
Seorang Fotografer melukis dengan
cahaya. Ia begitu peka terhadap benda yang menjadi obyeknya, ia tau
karakteristik dari setiap obyek, ia tau bagaimana mengatur diafragma,
focus, speed dan zoom untuk menciptakan karya yang wonderfull. Berbeda
dengan orang yang hanya asal jeprat jepret.
Sama halnya dengan seorang Graphic
Designer. Seorang Graphic Designer harus dan wajib mempunyai ide yang
cemerlang, daya kreatifitas yang tinggi, imajinasi yang kuat. Jika tidak
mempunyai kreatifitas, saya yakin dia tidak akan mampu menciptakan
karya yang memuaskan, bisa saja dia bekerja dengan cepat dalam setiap
karyanya, tapi itu hanya sebatas karya.
Sekarang apa rahasia menjadi Graphic
Designer yang handal? Simple tapi rumit. Kenapa? Simple pengucapannya,
tapi rumit dalam pelaksanaannya. Graphic Designer bukanlah pekerjaan
yang ringan. Mata, pikiran, tangan, semuanya bekerja, seakan-akan tenaga
kita terkuras habis hanya dengan duduk. Tapi itulah sebuah kenyataan
yang harus dihadapi jika kita ingin menjadi seorang Graphic Designer
yang handal.
Cukup basa-basinya, inti dari artikel
ini adalah memberikan bocoran bagaimana dan apa rahasianya menjadi
seorang Graphic Designer. Berikut ini langkah-langkahnya :
Pikiran Jernih
Pikiran adalah sumber utama ide. Pikiran
yang jernih akan membuat kita lebih rileks walaupun dihadapkan dengan
setumpuk order. Dengan pikiran yang jernih, kita akan dengan mudah
menemukan ide-ide yang cemerlang dalam setiap order, sehingga dengan
jenis order yang sama, kita mampu membuat desain yang berbeda-beda,
tidak monoton.
Memahami Fungsi Tool Program/Software
Memahami fungsi tool dari
program/software yang kita gunakan (Corel, Adobe, Macromedia dll) adalah
hal penting. Memahami fungsi tool-tool ini, akan memudahkan kita dalam
menyalurkan ide yang kita miliki. Sebagai contoh kita menggunakan Corel
Draw dan akan membuat Efek Gradasi pada Teks atau Image, maka kita akan
memilih Fountain Fill, jika ingin membuat bayangan dengan menggunakan
Interactive Drop Shadow Tool dan masih banyak lagi. Dengan mengetahui
fungsi tool-tool tersebut, kita akan dengan mudah menemukan tool yang
sesuai dengan yang kita butuhkan tanpa harus mencari-cari.
Menguasai Shotcut Keys
Disamping mengetahui fungsi tool, perlu
ditambah dengan Shortcut Keys dari setiap tool. Dengan cara ini akan
memudahkan dan mempercepat proses pengerjaan order. Disamping itu, cara
ini lebih efektif dan menghemat waktu, tanpa perlu memutar-mutar Mouse.
Tidak bisa dipungkiri bila kita tidak menguasai Shotcut Keys dari
program/software yang digunakan, tenaga tangan kanan kita akan banyak
digunakan untuk memutar-mutar Mouse, sedangkan tangan kiri hanya sebagai
pelengkap. Berbeda jika tangan kanan dan tangan kiri kita seimbang.
Profesionalisme Kerja
Dengan pikiran yang jernih, memahami
fungsi tool dan menguasai Shortcut Keys dari setiap tool yang digunakan,
kita akan dengan mudah mencapai Profesionalisme Kerja. Dimata konsumen
pun kita akan terlihat profesional, bekerja dengan cepat, hasil
memuaskan dan tentunya konsumen akan berpikir jika pindah ke “lain
hati”. Sebagai contoh kecil konsumen ingin kita membuat kotak persegi.
Jika kita memahami fungsi tool dan Shortcut Keys tool, maka dengan mudah
kita akan menggunakan Rectangle Tool (F6), jika membuat kotak persegi
cukup menekan Ctrl pada saat membuat kotak, tanpa konsumen tau tool apa
yang kita gunakan.
Begitulah langkah-langkah yang bisa
dilakukan, semua itu membutuhkan proses dan kerja keras. Ilmu memang
harus dicari, tanpa mengembangkan ilmu, maka bersiaplah untuk menjadi
Graphic Designer yang kalah dalam persaingan. Semoga artikel ini
bermanfaat, dan nantikan tips dan tutorial selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar