Leader

Jumat, 12 Oktober 2012

Cara Melukis Wajah dengan Menggunakan Pensil


Cara Melukis Wajah dengan Menggunakan Pensil


 



what to do :
  • blocking dengan serupa keturunannya

  • menempatkan belakang kepala jika sedikit dikaburkan

  • menangkap warna yang benar menjaga identitas etnis

  • benar kontras dengan warna

  • kuat maskulin fitur: cukup seperti dipahat

  • menjaga simetri dari 3 / 4 pandangan pose



  what to do :

  • blok dalam bentuk umum kepala: ; tengkorak, leher, baju, rambut
  • tinggal linier dan cahaya dalam nada mudah untuk menghapus
  • tetap dengan garis lurus bahkan jika kurva tampak jelas pada awalnya
  • jangan terlalu terjebak dalam hal-hal kecil sekarang - hanya kerjakan yang besar dan umum terlebih dahulu

 what to do :
  • ini adalah di mana pemahaman formal fitur yang digunakan
  • abstraksi dan garis tegak lurus direferensikan di sini
  • menggunakan unit mata untuk mengukur jarak
  • membagi kepala ke dalam pemikiran ketiga formal dari subjek, molding divisi  proporsi laki/perempuan
  • berpikir pembagian kepala ke dalam bidang terlihat
  • ini adalah langkah struktur, pola shading tidak termasuk dalam langkah ini
  • mencari baris yang sama, paralekanl-ini membantu menyatukan  semua bentuk. 
 what to do:

  • sekali desain ditetapkan, gambar kontur ditempatkan
  • kontur harus terus menerus dan mungkin sulit
  • melihat model dengan seksama, gambarkan apa yang telah diamati dengan sangat hati-hati
  • kontur harus diletakkan dalam dengan nilai di dalam pikiran. jika gambar tersebut harus kontras tinggi, dengan menambah nilai lebih gelap dapat menjadi solusi.
  • garis kontur dapat dilakukan dengan 2 cara
  • tipis dan tepat atau ringan dan tipis di sisi sumber cahaya, gelap dan tebal pada sisi bayangan
 what to do:
  • sumber cahaya menciptakan set sendirinya nilai-nilai berdasarkan kemiringan bidang permukaan objek atau jauh dari cahaya

  • nilai besar menemukan hubungan spasial besar, langkah ini nilai menemukan bentuk relatif terhadap sumber cahaya

  • nilai dari bayangan adalah relatif terhadap setiap objek, dan objek nilai dalam gambaran yang lebih besar

what to do:
  • sini adalah di mana rendering, untuk apa pun yang derajat yang dianggap diintegrasikan ke dalam gambar, mengakhiri yang bisa terlihat samar, akademis yang dipoles, bergaya di render, linier, sepenuhnya tonal, lebih.
  • perubahan ke salah satu bentuk akan lebih mudah untuk membuat sekarang, karena kebanyakan perubahan akan berada di tepi bentuk
  • untuk perincian yang lebih bagus menggunakan ujung pensil dan Whisp di permukaan, bukan tepi pensil yang sebagai ujungnya terlalu samar, tidak keras atau nilai akan mulai memecah massa besar
  • lebih banyak mengamati, menggambar sedikit, tetapi bekerja untuk memperbaiki hal-hal kecil
 kwhooah, gimana kira kira ngebantu ga ?. sekiranya cukup sampe disini deh tutorialnya. nanti gw akan cari referensi lagi untuk menambah tips and tricknya.

Kamis, 11 Oktober 2012

Rahasia Menjadi Desainer Handal

Seorang desainer (desain grafis) mempunyai sejuta trik dalam menciptakan sebuah karya. Tentunya dengan ide yang kreatif dan inovatif, yang muncul dari sebuah imajinasi. Pada kenyataanya, desainer yang mempunyai daya imajinasi yang kuat lah yang mampu menciptakan karya yang beda dengan yang lain. Ia membuat karya dengan hati, bukan dengan meniru orang lain, layaknya soerang pelukis dan fotografer.
Seorang pelukis, ia menggambarkan apa yang dia rasakan dalam bentuk lukisan, dengan media cat dan kanvas. Ia dapat menciptakan karya yang luar biasa jika itu dikerjakan dengan luapan perasaan. Berbeda dengan seorang pelukis yang hanya membuat karya dengan meniru obyek yang ada. Ini bisa dirasakan oleh pelukis itu sendiri, rasanya akan berbeda antara melukis dengan hati dengan hanya sekedar melukis dengan meniru/mencontoh obyek yang ada.
Seorang Fotografer melukis dengan cahaya. Ia begitu peka terhadap benda yang menjadi obyeknya, ia tau karakteristik dari setiap obyek, ia tau bagaimana mengatur diafragma, focus, speed dan zoom untuk menciptakan karya yang wonderfull. Berbeda dengan orang yang hanya asal jeprat jepret.
Sama halnya dengan seorang Graphic Designer. Seorang Graphic Designer harus dan wajib mempunyai ide yang cemerlang, daya kreatifitas yang tinggi, imajinasi yang kuat. Jika tidak mempunyai kreatifitas, saya yakin dia tidak akan mampu menciptakan karya yang memuaskan, bisa saja dia bekerja dengan cepat dalam setiap karyanya, tapi itu hanya sebatas karya.
Sekarang apa rahasia menjadi Graphic Designer yang handal? Simple tapi rumit. Kenapa? Simple pengucapannya, tapi rumit dalam pelaksanaannya. Graphic Designer bukanlah pekerjaan yang ringan. Mata, pikiran, tangan, semuanya bekerja, seakan-akan tenaga kita terkuras habis hanya dengan duduk. Tapi itulah sebuah kenyataan yang harus dihadapi jika kita ingin menjadi seorang Graphic Designer yang handal.
Cukup basa-basinya, inti dari artikel ini adalah memberikan bocoran bagaimana dan apa rahasianya menjadi seorang Graphic Designer. Berikut ini langkah-langkahnya :
Pikiran Jernih
Pikiran adalah sumber utama ide. Pikiran yang jernih akan membuat kita lebih rileks walaupun dihadapkan dengan setumpuk order. Dengan pikiran yang jernih, kita akan dengan mudah menemukan ide-ide yang cemerlang dalam setiap order, sehingga dengan jenis order yang sama, kita mampu membuat desain yang berbeda-beda, tidak monoton.
Memahami Fungsi Tool Program/Software
Memahami fungsi tool dari program/software yang kita gunakan (Corel, Adobe, Macromedia dll) adalah hal penting. Memahami fungsi tool-tool ini, akan memudahkan kita dalam menyalurkan ide yang kita miliki. Sebagai contoh kita menggunakan Corel Draw dan akan membuat Efek Gradasi pada Teks atau Image, maka kita akan memilih Fountain Fill, jika ingin membuat bayangan dengan menggunakan Interactive Drop Shadow Tool dan masih banyak lagi. Dengan mengetahui fungsi tool-tool tersebut, kita akan dengan mudah menemukan tool yang sesuai dengan yang kita butuhkan tanpa harus mencari-cari.
Menguasai Shotcut Keys
Disamping mengetahui fungsi tool, perlu ditambah dengan Shortcut Keys dari setiap tool. Dengan cara ini akan memudahkan dan mempercepat proses pengerjaan order. Disamping itu, cara ini lebih efektif dan menghemat waktu, tanpa perlu memutar-mutar Mouse. Tidak bisa dipungkiri bila kita tidak menguasai Shotcut Keys dari program/software yang digunakan, tenaga tangan kanan kita akan banyak digunakan untuk memutar-mutar Mouse, sedangkan tangan kiri hanya sebagai pelengkap. Berbeda jika tangan kanan dan tangan kiri kita seimbang.
Profesionalisme Kerja
Dengan pikiran yang jernih, memahami fungsi tool dan menguasai Shortcut Keys dari setiap tool yang digunakan, kita akan dengan mudah mencapai Profesionalisme Kerja. Dimata konsumen pun kita akan terlihat profesional, bekerja dengan cepat, hasil memuaskan dan tentunya konsumen akan berpikir jika pindah ke “lain hati”. Sebagai contoh kecil konsumen ingin kita membuat kotak persegi. Jika kita memahami fungsi tool dan Shortcut Keys tool, maka dengan mudah kita akan menggunakan Rectangle Tool (F6), jika membuat kotak persegi cukup menekan Ctrl pada saat membuat kotak, tanpa konsumen tau tool apa yang kita gunakan.
Begitulah langkah-langkah yang bisa dilakukan, semua itu membutuhkan proses dan kerja keras. Ilmu memang harus dicari, tanpa mengembangkan ilmu, maka bersiaplah untuk menjadi Graphic Designer yang kalah dalam persaingan. Semoga artikel ini bermanfaat, dan nantikan tips dan tutorial selanjutnya.

Selasa, 01 November 2011

    "JALANI HIDUP DENGAN SHANTAI END DAMAI"
                                 LAMBAT TAPI PASTI